Teknik Tahapan Meronce dalam Materi Pembelajaran dan Bermain Anak PAUD

Teknik Tahapan Meronce dalam Materi Pembelajaran PAUD adalah pembelajaran anak PAUD adalah salah satu materi yang diberikan pada anak pra-sekolah. Kegiatan memasukkan manik-manik atau  meronce dari manik- manik ke dalam benang ini merupakan latihan agar anak dapat berkonsentrasi. Seperti meronce membuat kalung, meronce bunga. Dan yang lebih penting lagi adalah merupakan bagaimana cara meronce tahapan pra membaca anak. Lho apa hubungannya ya? hehehe.....
http://berkas-paud.blogspot.com/2016/10/download-gambar-contoh-tahapan-meronce-materi-pembelajaran-bermain-anak-paud.html
http://www.gurubantu.tk/
Pada Kegiatan Teknik Tahapan Meronce dalam Materi Pembelajaran dan Bermain Anak PAUD sendiri mempunyai beberapa tahap perkembangan. Anak dapat dikatakan siap diajari membaca jika sudah bisa meronce dengan menggunakan pola. Karena pada tahapan ini, anak sudah bisa mulai mengklasifikasikan sesuatu. Suatu tahapan yang diperlukan ketika anak mulai belajar membaca. Karena dalam pelajaran membaca, anak harus bisa membedakan bentuk huruf yang berbeda-beda.

 Download Juga : >>Contoh RPPH PAUD K-13 Semester 1 Minggu ke 9 sampai 17 Lengkap<<

Kegiatan teknik Tahapan Meronce dalam Materi Pembelajaran PAUD terdapat empat unsur  :

1. Merangkai
Kata merangkai sama dengan menyusun, yaitu menata, menumpuk, menyejajarkan, menyusun benda-benda atau pernik tanpa ataupun menggunakan teknik ikatan. Misalnya : menyusun lauk di atas piring, berarti menata dan menyejajarkan laik dan nasi, serta memperkirakan posisi sayur dan pendamping lainnnya.
2. Meronce
Meronce adalah menata dengan bantuan  mengikat komponen tadi dengan utas atu tali. Dengan teknik ikatan seseorang akan memanfaatkan bentuk ikatan menjadi lebih lama di bandingkan dengan benda yang ditata tanpa ikatan. Meronce haruslah dengan memperhatikan bentuk, warna, dan ukuran.

3. Meronce dengan Ikatan atau Simpul Tali
Susunan tali yamg mempunyai nada dan irama, sebab simpul sebenarnya dapat dilakukan sekaligus 3 ikatan dalam satu ikatan. Contoh tersebut dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu tali yang di rangkai dengan baik dengan menggunakan teknik simpulan mati ( yaitu tali simpul yang sulit diuraikan setelah disimpulkan) maupun simpul hidup yang mudah dibuka. Roncean dengan simpul disebut dengan macramé kata yang diambil dari bahasa jepang berati menalikan.

4. Meronce dengan Ikatan Gaya Anyam
Teknik lainnya dalam meronce adalah teknik anyaman. Tekniknya sama dengan teknik macramé, namun tidak dimatikan.

Terdapat 3 Aspek dalam Teknik Tahapan Meronce dalam Materi Pembelajaran PAUD yang perlu diperhatikan, antara lain :

 1.      Aspek Tujuan dan Fungsi Pembuatan
Karya kerajinan seperti merangkai dan meronce mempunyai tujuan yang berbeda dengan melukis dan menggambar. Aspek ini yang menentukan bentuk akhir, misalnya: ketika akan membuat roncean gelang manik-manik, seorang anak yang kemudian membuatnya tidak diikatkan satu diantaranya sehingga mirip untaian bebas, maka tidak dapat dikatakan sebagai roncean.
Dilihat dari konsep umumnya merangkai dan meronce mempunyai tujuan:
a.       Permainan
Merangkai maupun meronce dapat berfungsi untuk alat bermain anak, benda-benda yang akan dirangkai tidak di tujukan untuk kebutuhan tertentu melainkan untuk melatih memperoleh kepuasan rasa dan memahami keindahan.
Seorang guru dapat meminta anak didiknya untuk membawa bekal makanan secukupnya, anak diminta untuk menata makanannya didalam piring plastik yang sudah disiapkan oleh guru. Maka dengan meminta menata, sekaligus anak terlibat dalam bermain.

b.      Kreasi dengan komposisi
Kemungkinan benda atau komponen lain dapat diminta oleh guru kepada anak untuk menyusun ala kadarnya. Benda-benda tersebut dikumpulkan dari lingkungan sekitar, seperti: papan bekas, kotak sabun atau yang lain yang dibayanngkan dapat menjadi bangunan megah. Anak sengaja hanya bermain imajinasi saja, sehingga tujuan bermain ini untuk melatih imajinasi atau bayangan anak tentangkonstruksi suatu bangunan.

Secara garis besar manfaat penataan ini adalah;
a)      Melatih imajinasi melalui bentuk dan konstruksi bentuk dan bahan.
b)      Melatih ketelitian melalui kecermatan merangkai serta menyusun benda-benda tersebut.
c)      Melatih keajegan atau irama melalui urutan, tingkatan, serta kedudukan masing-masing benda terhadap benda yang lain,
d)     Melatih rasa kebersamaan, jika merangkai secara bersama-sama,
e)      Ekspresi atau mengutarakan pendapat melalui pengandaian bentuk untuk menyatakan keinginannya terhadap benda yang diminta.
Kegiatan bermain bagi anak sebenarnya merupakan latihan untuk mengenal benda serta sesuatu yang ada dilingkungan sekitarnya melalui peniruan.

c.       Gubahan atau inovasi
Merangkai dan meronce dapat ditujukan untuk melatih kreativitas, yaitu dengan cara mengubah fungsi lama menjadi fungsi baru. Seni merangkai ini lebih cendrung dikatakan sebagai seni bentuk dengan teknik merangkai dan meronce.

2.      Aspek Keindahan
Aspek keindahan dari merangkai dan meronce terletak pada cara menyusun benda-benda sebagai komponen rangkaian dapat menarik perhatian. Penataan ini menggunakan prinsip penyusunan seperti pada membentuk dan melukis, sebagai berikut.
a.       Kesatuan, yaitu prinsip menyusun yang bertujuan agar susunan tersebut menarik.
b.      Keseimbangan dengan memperhatikan masing-masing ukuran, bentuk serta pengikatnya, apakah berupa garis, warna pengikat serta yang lain.
c.       Irama adalah penyusun yang memperhatikan ukuran benda, besar kecil yang tersusun seperti irama music dengan rumus:
1)      a-b-a-b-a-b dst atau
2)      a-b-b-b-a yang dapat disusun berirama adalah warna, misalnya dengan warna panas dan dingin atau gelap-terang.
Aspek keindahan dapat diajarkan secara langsung dengan berlatih, untuk itu guru senantiasa mampu memotivasi dengan beberapa anjuran. Pemberian contoh diperlukan untuk mengasah pengamatan serta rasa. Seorang guru ketika akan member contoh perlu mengklasifikasi:
a.       apakah anak telah mempunyai konsep penataan
b.      jika sudah, guru melanjutkan dengan beberapa pertanyaan tentang konsep tersebut
c.       jika anak belum mempunyai konsep penciptaan,guru dapat memancingnya dengan pertanyaan, tentang gagasan apa yang akan di tuangkan dalam rangkaian tersebut.

3.      Aspek Kerajinan dan Ketekunan
Aspek kerajinan meliputi kemampuan mengamati bentuk berdasarkan kegunaannya, berdasarkan tujuan penelitian dan penciptaan. Aspek kerajinan menuntut ketelitian yaitu usaha member pelatihan, menyusun, menata rangkaian yang sesuai dengan rancangan susunannya tidak mudah rusak. Ketelitian yang di maksud adalah cermat dalam memilih bahan dan memilih bentuk yang akan di susun secara konseptual, serta ketelitian dalam menyelesaikan tugasnya:
a)      Tidak mudah rusak
b)      Warna dan bentuknya sesuai
c)      Sesuai dengan tujuan penciptaan, apakah untuk kebutuhan praktis, hiasan serta ekspresi.
http://www.gurubantu.tk/
Download Juga Pembelajaran keterampilan dan bermain anak PAUD lainnya,http://www.gurubantu.tk/
  • 3M Melipat, Menggunting, Menempel Anak PAUD
  • Membuat Kreasi Menggunakan Media Balon
  • APE PAUD Kreatif, Menghias Bingkai Foto dengan Kolase
  • POLA Menggambar untuk TK, PAUD RA KB TPA (Power point)
  • Kumpulan Gambar Sketsa Mewarnai Anak PAUD
  • Berbagai Origami Bunga
  • Membuat Sendiri Alat Peraga Edukatif APE PAUD Dari Limbah (Sendok)
  • Buat Sendiri Alat Peraga Edukatif (APE) Boneka Handuk
Sampai disini dulu tulisan saya mengenai : Contoh teknik Tahapan Meronce dalam Materi Pembelajaran PAUD, Semoga Bermanfaat, Terima Kasih.

BACA : RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SATUAN (PAUD) TAHUN ANGGARAN 2017


Terbanyak Dilihat :


    Subscribe to receive free email updates:

    0 Response to "Teknik Tahapan Meronce dalam Materi Pembelajaran dan Bermain Anak PAUD"

    Post a Comment

    Terima Kasih Telah Memberi Saran Dan Komentar